Potret Keakraban Siswa MIN 1 Sidoarjo dan Warga Sekitar Ubah Wajah Lingkungan di Hari Peduli Sampah

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari biasanya identik dengan upacara atau sekadar orasi lingkungan. Namun, pemandangan berbeda tampak di MIN 1 Sidoarjo. Madrasah ini memilih “berkeringat” bersama melalui aksi nyata bertajuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan. Aksi serentak ini menyasar titik-titik krusial yang selama ini menjadi jantung kebersihan lingkungan mulai dari selokan madrasah, pemilahan limbah harian, hingga area jalan raya, Jumat (13/2).

Ada yang istimewa dalam aksi kali ini. Para siswa tidak hanya didampingi oleh guru dan staf, tetapi juga warga sekitar madrasah yang turut turun tangan. Semangat gotong royong memuncak saat siswa dan warga bahu-membahu masuk ke dalam sungai kecil di depan madrasah. Tanpa canggung, mereka mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Tidak berhenti di situ, geliat kebersihan juga merambah ke area luar. Siswa-siswi dengan penuh semangat menyapu dan memunguti sampah di sepanjang jalan raya menuju madrasah, memastikan akses publik tersebut bersih dari limbah plastik. “Kami ingin anak-anak sadar bahwa sekecil apa pun sampah yang dibuang ke selokan, dampaknya bisa besar, mulai dari bau tidak sedap hingga banjir saat hujan turun,” ujar Sri Utami, Kepala MIN 1 Sidoarjo.

Foto 1. Siswa menyapu jalanan menuju Madrasah, MIN 1 Sidoarjo.

Sementara itu, di dalam area madrasah, suasana tampak asri. Para siswa sibuk menata tanaman, merapikan vegetasi, dan membersihkan saluran air (got) di depan kelas masing-masing. Uniknya, MIN 1 Sidoarjo sudah menerapkan sistem pemilahan sampah yang sistematis:

  • Sampah Organik: Daun-daun kering dikumpulkan untuk diolah dalam komposter.
  • Sampah Anorganik: Bungkus makanan dipisahkan agar tidak mencemari lingkungan.
  • Output: Sampah organik diproses menjadi pupuk alami yang kembali digunakan untuk menyuburkan tanaman di madrasah.
Foto 2. Siswa-siswi menata tanaman dan melakukan bersih-bersih dilingkungan madrasah.

Gerakan ini bukan sekadar agenda bersih-bersih sehari. Pihak madrasah menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah penanaman nilai karakter. MIN 1 Sidoarjo berambisi mencetak generasi yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kelestarian bumi. Melalui edukasi ini, seluruh warga madrasah diharapkan memahami filosofi baru, sampah bukanlah musuh jika dikelola dengan bijak, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali. Dengan aksi nyata ini, MIN 1 Sidoarjo telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah langkah awal menuju peradaban yang lebih sehat dan berkelanjutan. (lw)