Gerakan SI SANTAN: Aksi Sedekah Tanaman Siswa MIN 1 Sidoarjo untuk Lingkungan

Suasana di MIN 1 Sidoarjo pada Jumat pagi (24/4/2026) tampak berbeda dari biasanya. Jika biasanya siswa datang membawa tas berisi buku, kali ini riuh rendah keceriaan terpancar saat ratusan siswa melangkah masuk gerbang dengan membawa berbagai jenis tanaman di tangan mereka.

Kegiatan bertajuk “SI SANTAN” Satu Siswa Satu Tanaman untuk Lingkungan ini menjadi magnet semangat bagi seluruh warga madrasah. Mulai dari tanaman hias yang cantik hingga tanaman obat keluarga (TOGA) yang kaya manfaat, semuanya tertata rapi memenuhi halaman. Dengan penuh antusias, para siswa saling memamerkan tanaman yang mereka bawa kepada guru dan teman-temannya, menciptakan atmosfer belajar yang segar dan penuh kegembiraan.

Aksi kepedulian lingkungan ini ternyata tidak hanya berhenti di dalam pagar sekolah. MIN 1 Sidoarjo menunjukkan komitmen nyatanya terhadap pelestarian alam dengan memperluas jangkauan sedekah hingga ke tingkat desa. Dua Kader Adiwiyata, Loubna dan Shaka, didampingi langsung oleh Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M.Pd., menyerahkan sejumlah tanaman kepada Kepala Desa Banjarkemantren. Penyerahan ini bertujuan agar tanaman-tanaman tersebut dapat mempercantik sekaligus menghijaukan lingkungan desa setempat.

Foto 1. Penyerahan tanaman oleh ibu Kepala Madrasah kepada ibu Kepala Desa Banjarkemantren.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata moderasi kita dengan alam. Kami ingin menanamkan rasa cinta lingkungan sejak dini kepada siswa, sekaligus berbagi oksigen dan keasrian bagi warga sekitar desa,” ujar Sri Utami.

Tak hanya berbagi, di sudut lain madrasah, sebagian siswa lainnya juga sibuk dengan aktivitas pengembangbiakan tanaman. Mereka belajar melakukan pembibitan dan perawatan tanaman agar koleksi vegetasi di lingkungan madrasah semakin beragam.

Foto 2. Siswa dibantu bapak/ibu guru untuk melakukan pembibitan dan perawatan tanaman.

Langkah ini diambil untuk memastikan MIN 1 Sidoarjo menjadi ekosistem pendidikan yang asri dan rindang menyejukkan mata, kaya akan oksigen dimana terjaminnya sirkulasi udara yang sehat di area belajar sehingga mendukung fokus siswa saat menyerap ilmu di kelas. Aksi Jumat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah gerakan budaya positif. Dengan satu siswa menyedekahkan satu tanaman, ribuan harapan untuk bumi yang lebih baik telah ditanamkan. Melalui kolaborasi antara siswa, guru, dan pemerintah desa, MIN 1 Sidoarjo membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di depan papan tulis, tetapi juga melalui sentuhan langsung dengan tanah dan dedaunan. Lingkungan yang hijau kini menjadi saksi bahwa semangat belajar siswa sejalan dengan semangat menjaga alam. (lw)

Foto 3. Penyerahan tanaman dari madrasah kepada warga sekitar madrasah.
Foto 4. Siswa-siswi menunjukkan tanaman yang telah dirawat.