“Sampahku, Tanggung Jawabku!”: Aksi Keren Siswa MIN 1 Sidoarjo Sulap Limbah Jadi Berkah Bersama Kampung Edukasi Sampah

Jumat pagi (29/5/2026) yang cerah menjadi saksi antusiasme luar biasa dari ratusan siswa MIN 1 Sidoarjo. Sejak pagi, seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 sudah memadati halaman madrasah. Bukan untuk upacara biasa, melainkan untuk mengikuti petualangan ekologis seru: sosialisasi pembuatan Eco-Enzyme dan Keranjang Takakura bersama tim ahli dari Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo.

Foto 1. Pelaksanaan Upacara apel pagi untuk mensosialisasi pembuatan Eco-Enzyme dan Keranjang Takakura bersama tim ahli dari Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo

Acara dibuka dengan sambutan penuh makna dari Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami. Di hadapan para siswa, beliau melontarkan sebuah pertanyaan reflektif yang mendalam namun dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. “Setiap manusia pasti menghasilkan sampah. Namun pertanyaannya, apakah kita semua sudah bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan masing-masing?” ujar Sri Utami, memantik kesadaran para siswa.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini dimana suasana edukasi dikemas semakin interaktif. Narasumber terlebih dahulu mengajak para siswa berkenalan dengan berbagai macam jenis sampah serta fungsi dari warna-warni tempat sampah yang sering mereka temui. Edukasi ini penting agar anak-anak tidak lagi salah kaprah dalam membuang limbah harian mereka.

Matahari yang mulai meninggi sama sekali tidak menyurutkan semangat. Justru, suasana yang semakin panas seolah membakar adrenalin dan rasa ingin tahu para siswa. Didampingi oleh kader Adiwiyata Kelompok Kerja (Pokja) Sampah, Retno Mulyo dari Kampung Edukasi Sampah langsung memimpin simulasi praktik.

Secara langsung dan interaktif, Retno memperagakan keajaiban mengubah sampah organic dimana Eco-Enzyme dimana cairan multiguna kaya manfaat dari fermentasi kulit buah dan sisa sayuran dipraktikkan secara langsung dihadapan ratusan siswa, Sedangkan metode Takakura dimana cara super praktis mengomposkan sampah dapur rumah tangga tanpa bau. Siswa-siswi tampak bersorak gembira dan berebut ingin melihat lebih dekat proses pembuatan tersebut. Pengalaman belajar langsung (hands-on learning) ini sukses mengubah teori lingkungan yang rumit menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Lewat sosialisasi ini, MIN 1 Sidoarjo berhasil menanamkan nilai karakter yang kuat pada diri siswa. Kini, anak-anak tidak hanya paham cara memilah dan mengolah sampah yang mereka hasilkan, tetapi juga pulang dengan sebuah prinsip baru yang tertanam erat di dada mereka: “Sampahku adalah tanggung jawabku!” Sebuah langkah kecil dari halaman madrasah, untuk dampak besar bagi bumi pertiwi. (lw)

Foto 2. Siswa-siswi MIN 1 Sidoarjo di dampingi oleh ibu Retno dalam pembuatan Eco Enzyme