MIN 1 Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Pada Selasa (19/5), suasana di area depan madrasah tampak berbeda dari biasanya. Semangat antusiasme memadati area sekitar mushola, tempat di mana para kader Adiwiyata berkumpul untuk meluncurkan aksi nyata pelestarian lingkungan; budidaya ikan lele ramah ekosistem.
Aksi kreatif ini dikomandani langsung oleh dua guru; yaitu Bapak Taufiq sebagai Koordinator Pokja konservasi air dan Ibu Yuni sebagai Koordinator Pokja Keanekaragaman Hayati. Kolaborasi apik kedua pokja ini berhasil menyulap area kosong menjadi sudut edukasi yang produktif.

Ada hal menarik yang membuat program budidaya di MIN 1 Sidoarjo ini berbeda dari kolam lele pada umumnya. Letak kolam yang berada di sebelah belakang mushola madrasah ternyata bukan tanpa alasan. Kolam ini dirancang dengan konsep multifungsi sebagai bagian dari sistem penghematan dan pemanfaatan air limbah (water recycling).
Air yang digunakan untuk mengisi kolam lele bukanlah air bersih baru, melainkan pemanfaatan kembali (reuse) dari sisa air wudhu seluruh warga madrasah; mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
Meskipun dikategorikan sebagai “air limbah”, air bekas wudhu ini dipastikan sangat aman dan layak untuk menjadi ekosistem hidup ikan lele karena bebas dari bahan kimia berbahaya. Langkah cerdas ini menjadi bukti nyata bahwa MIN 1 Sidoarjo sukses mengimplementasikan konsep konservasi air secara berkelanjutan.
Aksi pelepasan benih ikan lele hari ini berjalan dengan penuh keseruan. Para kader Adiwiyata dengan hati-hati memindahkan ratusan benih lele ke rumah baru mereka.
Rona bahagia terpancar jelas di wajah Dafi, salah satu kader dari Pokja Konservasi Air. Sambil membawa wadah benih ikan, Dafi tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya. “Ini pertama kalinya saya melepaskan bibit ikan lele langsung ke kolam! Seru sekali, apalagi kami jadi tahu kalau air bekas wudhu yang biasanya terbuang ternyata bisa dipakai buat memelihara ikan,” ungkap Dafi dengan mata berbinar.
Melalui ide cemerlang pemanfaatan limbah air wudhu menjadi kolam lele ini, MIN 1 Sidoarjo tidak hanya sekadar mengajari siswa menanam atau memelihara hewan. Lebih dari itu, madrasah ini sedang menanamkan pola pikir creative problem solving dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Diharapkan, inovasi hijau ini dapat terus memantik kreativitas para siswa agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri, adaptif, dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjalani gaya hidup berkelanjutan (sustainable living). (zd)
