Suasana di ruang pertemuan MIN 1 Sidoarjo pada Jumat (8/5) tampak berbeda dari biasanya. Tidak hanya dipenuhi oleh para pendidik yang siap menyerap ilmu, namun atmosfer semangat “kembali menjadi murid” terasa begitu kental. Seluruh guru dari berbagai lintas mata pelajaran berkumpul untuk satu tujuan memantapkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
Bekerja sama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya, kegiatan ini mengusung tema yang sangat aplikatif, yakni “Strengthening Classroom English for Daily Teaching Practice: Managing The Class.” Kegiatan ini tidak main-main dalam menghadirkan mentor. Pendampingan intensif dilakukan oleh dua pakar pendidikan bahasa dari UINSA, yakni Hilda Izzati Madjid, M.A. dan Ana Nurul Laila M. TESOL. Keduanya berhasil mencairkan suasana yang awalnya kaku menjadi penuh tawa namun tetap fokus pada materi.

Salah satu momen paling menarik adalah saat para guru diajak untuk mempraktikkan pengucapan (pronunciation). Seperti yang diketahui, tantangan terbesar belajar bahasa Inggris adalah perbedaan antara tulisan dan cara pengucapan. Namun, hal itu tidak menyurutkan nyali para guru MIN 1 Sidoarjo. “Antusiasmenya luar biasa. Guru-guru sama sekali tidak malu untuk mencoba membaca lantang, meski terkadang harus mengulang berkali-kali agar lidah terbiasa dengan aksen yang tepat,” ujar Hilda dalam apresiasinya.

Keseriusan terlihat jelas saat sesi tanya jawab. Para guru berebut menanyakan instruksi-instruksi praktis yang bisa langsung diterapkan di dalam kelas, mulai dari cara mengontrol ruang kelas ketika pembelajaran hingga cara mengelola kedisiplinan kelas menggunakan bahasa Inggris yang efektif. Materi Managing the Class sengaja dipilih agar bahasa Inggris tidak hanya menjadi mata pelajaran, tetapi menjadi bahasa pengantar yang hidup di lingkungan sekolah. Dengan penguatan ini, diharapkan interaksi antara guru dan siswa semakin modern dan berwawasan global. Kepala MIN 1 Sidoarjo, Sri Utami, M. Pd. menyampaikan bahwa kolaborasi dengan FTIK UINSA ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah. Belajar tidak mengenal usia, dan hari ini guru-guru MIN 1 Sidoarjo membuktikannya dengan semangat literasi yang menginspirasi, maju bersama untuk negeri. (zd)
