Salah satu masalah terbesar yang sedang dihadapi dunia pada saat ini adalah pengelolaan sampah. Data statistik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut jumlah total sampah nasional mencapai 31,9 juta ton per 24 Juli 2023. Berbagai program yang diluncurkan untuk mengatasi permasalahan sampah, belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Demikian juga pada tingkat madrasah, sampah juga menjadi salah satu permasalahan yang besar jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, MIN 1 Sidoarjo menggelar workshop edukasi lingkungan bersama dengan PT. Hisamitsu Sidoarjo. Workshop yang diikuti oleh tiga puluh peserta didik dan guru serta tim kelompok kerja pengolahan sampah MIN 1 Sidoarjo yang tergabung pada Tim Adiwiyata 2024. Kegiatan yang digelar di aula MIN 1 Sidoarjo berlangsung kurang lebih selama dua jam dilaksanakan pada Hari Rabu (04/09/2024) dibuka oleh Kepala Madrasah, Ibu Sri Utami, M.Pd.
Dalam sambutannya, Kamad MIN 1 Sidoarjo menjelaskan bahwa kegiatan workshop ini merupakan program madrasah dalam rangka menjadi madrasah rintisan Adiwiyata. Dengan adanya workshop ini, diharapkan warga madrasah terutama seluruh peserta didik dapat semakin menyadari pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah agar memiliki nilai guna.

“Melalui workshop edukasi lingkungan bersama PT. Hisamitsu ini, saya berharap pokja sampah yang hadir sebagai peserta dapat terlebih dahulu sadar akan pentingnya menjaga lingkungan madrasah sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman.” ujar Sri Utami.
Hadir sebagai narasumber Bapak Habibi dan Bapak Wawan Supriyanto selaku kepala departemen HRD & GA PT. Hisamitsu menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan madrasah agar asri dan adiwiyata. Selama ini pengolahan sampah di sekolah atau madrasah masih sangat minim, tidak sebanding dengan sampah yang dihasilkan setiap harinya. Bapak Habibi juga menjelaskan jenis-jenis sampah dan cara untuk memilah dan mengolahnya dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Menerapakan metode 3R merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah di madrasah. Hal ini dapat mengurangi penggunaan bahan yang sulit didaur ulang seperti plastik. Tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi dapat memanfaatkan sampah organik seperti sisa makanan, buah, dan sayuran sebagai pupuk kompos.“ tutur Bapak Habibi. Pada akhir kegiatan, peserta diajak untuk berinteraksi dengan tanya jawab tentang pengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan penuh antusias, para peserta didik berusaha untuk menjawab seluruh pertanyaan yang telah dibimbing oleh narasumber. Selain itu, tim narasumber dari PT. Hisamitsu juga tidak lupa memberikan beberapa tempat sampah sebagai wujud mendukung atas terlaksananya kegiatan madrasah menuju madrasah rintisan adiwiyata.
