Ruang-ruang kelas hening, bukan karena kekosongan, melainkan karena keseriusan. Di sanalah, sebuah potret utuh tentang manajemen dan kualitas pendidikan tengah dibedah dengan cermat. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, tetapi momen penting untuk mengukur sejauh mana sebuah lembaga pendidikan telah menunaikan janji-janji mutunya. Inilah suasana Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sidoarjo yang baru-baru ini menjadi sorotan.
Pada tanggal 14 Oktober 2025, MIN 1 Sidoarjo menyambut tim penilai untuk agenda tahunan PKKM.
Kegiatan ini fokus pada tiga pilar utama: Usaha Pengembangan Madrasah, Pelaksanaan Tugas Manajerial, dan Pengembangan Kewirausahaan. Di balik kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini, berdiri tegak sosok Kepala Madrasah, Sri Utami, M.Pd yang memimpin dengan visi yang jelas.
Tak dipungkiri, di bawah kepemimpinan Sri Utami, MIN 1 Sidoarjo telah menelurkan berbagai program inovatif yang menjadi “bintang” selama penilaian.

Aspek pembiasaan karakternya tampak begitu kuat. Misalnya, program Pembiasaan Religius yang mengharuskan siswa untuk melakukan tadarus Al-Qur’an dan doa bersama sebelum memulai pelajaran. Ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi penanaman fondasi spiritual yang kokoh.
Selain itu, komitmen terhadap peningkatan wawasan terlihat jelas pada program Literasi Madrasah, yang bertujuan mencetak generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis sejak dini.
Namun, yang tak kalah menarik adalah integrasi nilai-nilai kebangsaan.
MIN 1 Sidoarjo menunjukkan dedikasinya pada penguatan identitas nasional melalui Pembiasaan Nasionalisme. Siswa wajib menyanyikan lagu “Indonesia Raya” di awal kegiatan belajar dan menutup hari dengan nyanyian lagu daerah. Sebuah formula cerdas yang menggabungkan rasa cinta tanah air dengan kekayaan budaya lokal.
PKKM ini, yang diketuai oleh Zaidah Ulfah, S.Pd., lebih dari sekadar evaluasi administratif. Ini adalah cermin dari upaya berkelanjutan MIN 1 Sidoarjo untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter religius, literat, dan nasionalis sejati. Keberhasilan dalam penilaian ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah tuntutan zaman, pendidikan madrasah mampu menyajikan kurikulum yang utuh dan relevan. (zd)

